Pages

Senin, 08 Februari 2010

Haramnya durhaka kepada kedua orang tua

Imam Bukhari meriwayatkandalam kitabul adap dari jalan Abi bakrah r.a. telah bersabda Rasulullah ; Artinya 'Sukakah saya beritahukan kepada mu sebesar-besar doasa yang paling abesar, (tiga kali beliau ulangi). sahabat berkata , baikllah Ya Rasulullah',bersabda nabi "Menyekutukan Allah,dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong" maka nabi selalu mengulangi, 'dan perkataan palsu", sehingga kami berkata, 'semoga nabi diam" ( HR.Bkhari 3/151-152-Fathul-bari 5/261 No.2654, dan muslim 87)

Dari hadist di atas dapat diketahui bahwa dosa besar yang paling besar setelah syirik adalah Uququl walidain (durhaka kepada kedua orang tua) Dalam riwayat lain nabi bersabda di antara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh diri, dan bersumpah palsu. (HR.Bukhari dalam Fathul Baari 11/555)
Kemudian diantara dosa-dosa besar yang paling besar adalah seorang melaknat kedua orang tuanya (HR.Bukhari)

Dari Mughirah bin syu'bah r.a bahwa nabi bersabda ; Artinya;Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu,durhaka pada ibu dan menolak kewajiban,dan minta yang bukan haknya,dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)" (HR.Bukhari, fathul Baari 10/405 No.5975, Muslim no.1715912)

Hadist ini adalah salah satu hadist yang melarang seorng anak berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. seorang anak yang berbuat durhaka berarti dia tidak masuk surga.
sebagaimana sabda Nabi yang artinya ; "Dari Abu Darda bahwasanya nabi bersabda, ;tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamar (minuman keras), dan orang yang
mendustakan qadar"(HR.Ahmad 6/441 dan di hasankan oleh Al bani dalam silsilah hadist shahihnya 675)

Diantara bentuk durhaka (uquq) adalah ;

1. Menimbulkan gangguan terhadapa orang tua baik berupa perkataan (ucapan) atau pun
perbuatan yang membuat orang tua sedih dan sakit.
2. Berkata AH dan tidak memenuhi panggilan orang tua.
3. Membentak atau menghardik orang tua.
4. Bakhil, tidaak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada
mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya lebih membutuhkan. Seandainya memberi
nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
5. Bernuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan
bodoh, kolot dan lain-lain.
6. Menyuruh orang tua Misalanya , menyapu, mencuci dan menyiapkan makanan. Pekerjaan
tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah.
Tetapi si Ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak
mengapa dan itu anak harus berterimakasih.
7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik
orang tua.
8. Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misalanya alat musik, mengisap rokok , dan
lain-lain.
9. Mendahulukan taaat kepada istri dari pada orang tua. bahkan ada sebagian orang dengan
teganya mengusir orang tuanya demi menuruti kemauan istrinya.Na'zubillah.
10. Malu mengakui orang tuanya.Sebagian orang merasa malu engan keberadaan orang
tuanya dan tempat tinggalnya ketika status sosisalnya meningkat.

Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. Semua itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kepada kedua arang tua. oleh karena itu kita harus berhati-hati dan membedakan dalam
berkata-kata dan berbuat kepada kedua orang tua dengan kepada yang lain.
Akibat dari durhaka kepada kedua orang tua akan di rasakan di dunia. Dalam hadist yang di riwayatkan oleh imam bukhari dalam adabul mufrad, Abu Daud dan Tirmizi dari sahabat Abi Bakrah di katakan. Artinya ; "Dari Abi Bakrah mengatakan bahwa Nabi bersabda " Tidak ada dosa yang Allah cepatkan adzabnya kepada pelakunya di dunia ini dan Allah juga akan mengadzabnya di akhirat yang pertama adalah berlaku zalim, kedua memutuskan zilaturahmi"(HR.Bukhari dalam Adabul mufrad (Shahih adabul mufrad No.23),Abu Daud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36&38, Hakim 2/356 & 4/162-163.
Tirmidzi berkata,"Hadist Hasan Shahih", Kata Al hakim,'Shahih Sanadnya'Imam Dzahabi menyetujuinya)

Dalam hadist lain dikatakan yang artinya "Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan adzabnya di dunia yaitu berbuat zhalim daan al'uquq (durhaka kepada keddua orang tua)" (HR.Hakim 4/177 dari Anas bin Malik)

Keridhaan orang tua harus kita dahulukan dari pada keridhaan istri dan anak. karena nabi mengatakan anak yang durhaka akan diadzab di duniaa dan di akhirat serta tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.
Sedangka dalam lafadz yang lain di riwayatkan oleh imam Baihaki, Hakim, Ahmad, dan juga yang lainnya, dikatakan yang artinyaa ;
Dari Abdullah bin Umar r.a berkata, telah berkata Rasulullah S.A.W, ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yakni anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yang membiarkan adanya kejelekan (zina) daalm rumah tangganya" (HR.Hakim, Baihaki, Ahmad 2/134)
Jadi, salah satu yang menyebab salah seorang tidaak masuk surga adalah durhaka kepada kedua orang tuanyaa. Dapat kita lihat bahwa oraang yang durhaka kepada kedua orang tuanya hidupnya tidak berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan.
Kalu pun orang tersebut kaya maka kekayaannya tidaka akan menjadikannya bahagia.
Seandainya ada seorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya kemudian kedua orang tuanya tersebut mendoakan kejelakan, maka do'a kedua orang tua tersebut bisa di kabulkan Allah Swt, sebab dalam hadist yang shohih nabi bersabda yang artinya ;"Dari Abu Hurairah r.a, telah bersabda Rasulullah, ada tiga do'a yang dikabulkan oleh Allah yang tidak diragukan do'a ini yang pertama yaitu ;Do'a kedua orang tua terhadap anaknya, yang kedua ;Do'a orang yang musafir yang sedang dalam perjalanan, yang ketiga ;Do'a orang yang di zhalimi" ( HR.Bukhari,dalam adabul mufarad, Abu daud dan tirmidzi)
Banyak sekali riwayat yang shahih yang menjelaskan tentang akibat buruk dari durhaka kepada kedua orang tua di duania maupun di akhirat.
ada juga kisah nyata dan adzab dari anak durhaka,dari kisah tersebut ada yang shahih dan ada juga yang da'if.

Diantara kisah yang da'if yaitu kisah Al -Qamah yang durhaka kepada ibunya sampai mau dibakar oleh nabi SAW, hingga ibunya memaafkannya.
Akan tetapi kisah ini dhai'f dilemahkan oleh para ulama ahli hadist.(Hadist ini diriwayatkanoleh imam Tirmidzi dan Ahmad dengan ringkas dalam sanadnya
ada Fayid Abu Warqa' dia matruk) majmuz zawaid 8/148), kata Ibnu Jauzi, hadist ini tidaak sah dari Rasulullah kerana dalam sanadnya ada fayid Abu Warqa' iamam Ahmad berkata, ia matrukul hadist", Ibnu Hibban berkata, "tidak boleh berhujjah dengannya".Kata Imam Abu Hatim, " ia sering dusta"( lihat Al_Maudluu'at, Ibnu Jauzi juz 3 hal 87)
WAllahulmusta'an.
( di salain dari kitab Birrul Walidaain, edisi indonesia berbakti kepada kedau orang tua oleh Ustadz aaaaaayzid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qalaam-Jakarta)

0 vxcfgdsdhghgwegf yfteift:

Bagi teman yang ingin membaca Al-qur'an sila klik disini! dan jika ingin membaca Al-qur'an dan terjemahanya sila klik disini!

Pasang Iklan Gratiiisss

ads ads ads ads ads ads

Sudah siap Memulai Bisnis Internet ?

Bagi anda yang pengen dapat uang saku tambahan silakan coba yang satu ini, anda hanya di minta untuk mengklik iklan lalu anda dibayar.buruan daftar di donkeymails bawah ini DonkeyMails.com: No Minimum Payout

PUISI KU

Untaian Rindu Kurindu padaMu ... Kerinduanku ingin bisa lebih dekat denganMu Kuingin lebih merasakan kebersamaan denganMu Kuingin dihatiku Kau bersemayam Diatas segala-galanya Kapan aku bisa mencintaiMu Lebih dalam ... Dan jauh lebih tulus Aku benar-benar merindukanMu Rinduku yang tak berujung padaMu Rasa rindu yang mendalam Didalam hati Berilah percikan cintaMu didalam hati Hatiku haus akan cintaMu Dan begitu rindu akan diriMu

Ilmu Islam

  1. Ya ALLAH
  2. Pikirkan dan Syukurilah!
  3. Yang Lalu Biar Berlalu
  4. Hari Ini Milik Anda
  5. Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
  6. Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas
  7. Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang
  8. Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada...
  9. Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!
  10. Jangan Latah!
  11. Qadha' dan Qadar
  12. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  13. Jadikan Buah Lemon Itu Minuman yang Manis!
  14. Siapakah yang Memperkenankan Doa Orang yang Kesuli...
  15. Semoga Rumahmu Membuat Bahagia
  16. Ganti Itu dari Allah
  17. Iman Adalah Kehidupan
  18. Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!
  19. "Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang."
  20. "Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang ...
  21. Hadapi Hidup Ini Apa Adanya!
  22. Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para Pene...
  23. Shalat.... Shalat....
  24. "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah ad...
  25. "Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi!'"
  26. Sabar Itu Indah ...
  27. Jangan Meletakkan Bola Dunia di Atas Kepala!
  28. Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan And...
  29. Terimalah Setiap Pemberian Allah dengan Rela Hati,...
  30. Selalu Ingatlah Pada Surga yang Seluas Langit dan ...
  31. "Demikianlah, Telah Kami Jadikan Kamu Umat Yang Ad...
  32. 32. Bersedih: Tak Diajarkan Syariat dan Tak Bermanfaat...
  33. Rehat
  34. Tersenyumlah!
  35. Rehat 2
  36. Nikmatnya Rasa Sakit
  37. Nikmatnya Rasa Sakit
  38. Seni Bergembira
  39. Rehat 3
  40. Mengendalikan Emosi
  41. Kebahagiaan Para Sahabat Bersama Rasulullah s.a.w....
  42. Enyahkan Kejenuhan dari Hidupmu!
  43. Buanglah Rasa Cemas!
  44. Rehat 4
  45. Jangan Bersedih, Karena Rabb Maha Pengampun Dosa d...
  46. Jangan Bersedih, Semua Hal Akan Terjadi Sesuai Qad...
  47. Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!
  48. Rehat 5
  49. Jangan Bersedih, Perbanyaklah Istighfar Karena All...
  50. Jangan Bersedih, Ingatlah Allah Selalu!
  51. Jangan Bersedih dan Putus Asa dari Rahmat Allah!
  52. Jangan Bersedih Atas Kegagalan, Karena Anda Masih ...
  53. Jangan Bersedih Atas Sesuatu yang Tak Pantas Anda ...
  54. Jangan Bersedih, Usirlah Setiap Kegalauan!
  55. Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai Or...
  56. Jangan Bersedih Atas Cercaan dan Hinaan Orang!
  57. Jangan Bersedih Atas Sesuatu yang Sedikit, Sebab P...
  58. Jangan Bersedih Atas Apa yang Masih Mungkin Akan T...
  59. Jangan Bersedih Menghadapi Kritikan dan Hinaan! Se...
  60. Rehat 6
  61. Jangan Bersedih! Pilihlah Apa yang Telah Dipilih A...
  62. Jangan Bersedih dan Mempedulikan Perilaku Orang
  63. Jangan Bersedih dan Pahamilah Harga yang Anda Sedi...
  64. Jangan Bersedih Selama Anda Masih Dapat Berbuat Ba...
  65. Jangan Bersedih Jika Mendengar Kata-kata Kasar, Ka...
  66. Rehat 7
  67. Jangan Bersedih! Sebab Bersabar Atas Sesuatu yang ...
  68. Jangan Bersedih Karena Perlakuan Orang Lain, Tapi ...
  69. Jangan Bersedih Karena Rezeki yang Sulit
  70. Jangan Bersedih, Karena Masih Ada Sebab-sebab yang...
  71. Jangan Memakai Baju Kepribadian Orang Lain
  72. 'Uzlah dan Dampak Positifnya
  73. Jangan Bersedih Karena Tertimpa Kesulitan!
  74. Rehat 8
  75. Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia
  76. Ulasan AL QURAN 1
  77. Ulasan AL QURAN 2
  78. Ulasan Mengenai TUHAN 1
  79. Ulasan Mengenai TUHAN 2
  80. Ulasan Mengenai TUHAN 3
  81. Ulasan Mengenai TUHAN 4
  82. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W
  83. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W - bagian 2
  84. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W - bagian 3
  85. TAKDIR
  86. TAKDIR - bagian 2
  87. 87. TAKDIR - bagian 3
  88. KEMATIAN
  89. KEMATIAN - bagian 2
  90. Hari AKHIRAT
  91. Hari AKHIRAT - bagian 2
  92. Hari AKHIRAT - bagian 3
  93. Hari AKHIRAT - bagian 4
  94. Keadilan dan Kesejahteraan
  95. Keadilan dan Kesejahteraan - bagian 2
  96. Keadilan dan Kesejahteraan - bagian 3
  97. Makanan
  98. Ahklak bagian 2
  99. Ahklak bagian 3
  100. PAKAIAN
  101. PAKAIAN bagian 2
  102. PAKAIAN bagian 3
  103. PAKAIAN bagian 4
  104. Akhlak
  105. KESEHATAN
  106. KESEHATAN bagian 2
  107. PERNIKAHAN
  108. PERNIKAHAN bagian 2
  109. PERNIKAHAN bagian 3
  110. SYUKUR
  111. SYUKUR bagian 2
  112. SYUKUR bagian 3
  113. HALAL BIHALAL
  114. HALAL BIHALAL bagian 2
  115. MANUSIA
  116. MANUSIA bagian 2
  117. MANUSIA bagian 3
  118. PEREMPUAN
  119. PEREMPUAN bagian 2
  120. PEREMPUAN bagian 3
  121. PEREMPUAN bagian 4
  122. Masyarakat
  123. UMMAT
  124. KEBANGSAAN
  125. KEBANGSAAN bagian 2
  126. KEBANGSAAN bagian 3
  127. AHL AL KITAB
  128. AHL AL KITAB bagian 2
  129. AHL AL KITAB bagian 3
  130. AHL AL KITAB bagian 4
  131. AGAMA
  132. SENI
  133. SENI bagian 2
  134. EKONOMI
  135. EKONOMI bagian 2
  136. POLITIK
  137. POLITIK
  138. POLITIK bagian 2
  139. ILMU dan TEKNOLOGI
  140. ILMU dan TEKNOLOGI bagian 2
  141. KEMISKINAN
  142. MASJID
  143. MUSYAWARAH
  144. MUSYAWARAH bagian 2
  145. Ukhuwah
  146. Ukhuwah bagian 2
  147. JIHAD
  148. JIHAD bagian 2
  149. P U A S A
  150. P U A S A bagian 2
  151. LAILATUL QADAR
  152. W A K T U
  153. W A K T U bagian 2
  154. Nasihat untuk Menikah Menurut Islam
  155. Di Jalan Dakwah Aku Menikah
  156. Ringkasan buku : Aku Ingin Menikah, Tapi ... ::..
  157. ALASAN TEPAT UNTUK MENIKAH
  158. Keotentikan Al-Quran
  159. Bukti-bukti Kesejarahan Al - qur'an
  160. Penulisan Mushhaf Al-Qur'an
  161. Bukti Kebenaran Al-Quran bagian 1
  162. Bukti Kebenaran Al-Quran bagian 2
  163. Sejarah Turunnya dan Tujuan Pokok Al-Quran
  164. Periode Turunnya Al-Quran bagian 1
  165. Periode Turunnya Al-Quran bagian 2
  166. Periode Turunnya Al-Quran bagian 3
  167. Dakwah menurut Al-Quran
  168. Tujuan Pokok Al-Quran
  169. Kebenaran Ilmiah Al-Quran
  170. Sistem Penalaran menurut Al-Quran
  171. Ciri Khas Ilmu Pengetahuan
  172. Perkembangan Tafsir
  173. Hikmah Ayat Ilmiah Al-Quran
  174. Mengapa Tafsir Ilmiah Meluas? bagian 1
  175. Mengapa Tafsir Ilmiah Meluas? bagian 2
  176. Bagaimana Memahami Al-Quran di Masa Kini? bagian 1...
  177. Bagaimana Memahami Al-Quran di Masa Kini? bagian 2...
  178. Al-Quran, Ilmu, dan Filsafat Manusia
  179. Al-Quran di Tengah Perkembangan Ilmu
  180. Al-Quran di Tengah Perkembangan Ilmu bagian 2
  181. Al-Quran di Tengah Perkembangan Filsafat
  182. Al-Quran di Tengah Perkembangan Filsafat bagian 2
  183. Sejarah Perkembangan Tafsir
  184. Kodifikasi Tafsir
  185. Metode Tafsir
  186. Kebebasan dan Pembatasan dalam Tafsir
  187. Kebebasan dalam Menafsirkan Al-Quran
  188. Pembatasan dalam Menafsirkan Al-Quran bagian 1
  189. Pembatasan dalam Menafsirkan Al-Quran bagian 2
  190. Perubahan Sosial
  191. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
  192. Bidang Bahasa
  193. Haramnya durhaka kepada kedua orang tua
  194. Syirik Kecil bagian 1
  195. Syirik Kecil bagian 2
  196. HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE bagia 1
  197. HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE bagia 2
  198. Hukum Mengenakan Pakaian Yang Bergambar Dan Menyim...
  199. Perkembangan Metodologi Tafsir
  200. Perkembangan Metodologi Tafsir 2
  201. Perkembangan Metodologi Tafsir 3
  202. Tafsir dan Modernisasi
  203. Tafsir dan Modernisasi 2
  204. Penafsiran Ilmiah Al-Quran
  205. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 2
  206. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 3
  207. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 4
  208. Metode Tafsir Tematik
  209. Beberapa Problem Tafsir
  210. Metode Mawdhu'iy
  211. Keistimewaan Metode Mawdhu'iy
  212. Perbedaan Metode Mawdhu'iy dengan Metode Analisis
  213. Perbedaan Metode Mawdhu'iy dengan Metode Komparasi...
  214. Hubungan Hadis dan Al-Quran
  215. Fungsi Hadis terhadap Al-Quran
  216. Pemahaman atas Makna Hadis
  217. Fungsi dan Posisi Sunah Dalam Tafsir bgn 1
  218. Fungsi dan Posisi Sunah Dalam Tafsir bgn 2
  219. Ayat-ayat Kawniyyah dalam Al-Quran
  220. Al-Qur'an dan Alam Raya
  221. Pendapat Para Ulama tentang Penafsiran Ilmiah
  222. Segi Bahasa Al-Quran dan Korelasi Antar Ayatnya
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers