Pages

Minggu, 15 November 2009

Jerit hati yang merintih

Masih sulit kau memahami bibir yang bicara dan berubahnya roman muka
Pandang mataku saat bicara lihat pipiku akan kau lihat ribuan jejakmu
jika enggan untuk bicara diam akan katakan lebih dari maksudnya
Tentu kau tahu api sulit padam jika membara
Besarnya ombak tergantung dari angin yang mendera

Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya meneteskan air mata

Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit, dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhawatiran, dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencinta
Karena tiap manusia hanya mencintai dirinya

Tak perlu merasa terancam
Aku tidak sedang menodongkan cinta
Aku hanya bercermin padamu
Apa engkau takut pada kata-kata yang terganti tajamnya goresan pena
Jangan mengiba seperti tanah gersang memandang langit
Jangan takut tajamnya pena tak mengiris urat nadi

Yang jauh dari cinta membeku seperti salju dan yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Api menghangatkan tapi jangan terlalu dekat luka bakar selalu terasa menyakitkan

Menurutmu cinta adalah jawaban akhir dari segalanya
Penolakan bukan vonis mati bagi terdakwa, bagiku seperti kebangkitan setelah mati
Awal cerita barulah dimulai

Jika kau bersikeras anggapalah cupid membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Bila masih sulit untuk percaya,basuhlah muka, hiruplah napas dalam,dan pejamkan mata
Aku belumlah harapkan cinta

Putra Matahari

Ayahku seribu bulan gagah melangkahi bimasakti
Ibuku hanya secangkir madu merona penuh rasa manis
Aku berdawai ketika sepasang aksa bermakna
Petikan naluri penuh kehangatan menalarkan kening
Daun rebung berasa pahit, garam dan cuka menautkannya
Akulah putra matahari ...
Tubuhku legam,
Darahku sehitam batu pualam
Cemeti duri bertubi2 silih berganti
Sisakan gurat,
darah
tangis
serta senyum getir...
Namun hatiku punya jutaan mawar dan kenangan

Aku dan Cinta

Kawan,
Percayakah engkau akan Cinta?

Aku, sang hamba sahaya, yang sungguh percaya kekuatan
Cinta.... Dalam suatu masa telah bergegas mengepakkan
sayap,
Melintasi tujuh samudra
Mendaki puncak-puncak gunung
Menyinggahi berbagai tempat seiring hembusan angin nan
syahdu;
Hanya untuk Cinta.

Dan, kawan,
Tahukah engkau bahwa pencarian itu sungguh melelahkan?

Sayapku nyaris patah. Tubuhku terkulai tak berdaya, di
atas rerumputan hijau di sebuah taman nan asri.
Hingga perlahan kurasakan jemari yang lembut membasuh
wajahku. Seorang dara jelita dengan wajah berseri
memapahku berdiri. Seorang yang bercahaya. Cantik jiwa
raganya.

Inilah Cintaku.

Belahan jiwa yang mengisi hariku mengharu. Pemilik
tahta hati yang tlah lama dinanti.

++++

Kini dia tlah pergi, menghilang ditelan malam...
Namun Cintaku senantiasa bersamanya. Sebagaimana
Cintanya yang tlah menjadi lentera jiwa, menyinari
hati agar selalu berseri.

Dan, kawan, engkaupun akan bertanya: Tidakkah sang
hamba bersedih kala menguap lenyap Cintanya?

Maka dengarkan bisikan jiwaku untukmu;
Kesedihan hanyalah ilusi, penghias hari agar engkau
bertumbuh. Dan atas itu kesedihanku berhias senyum
tulus,...segera berganti seiring cahaya mentari pagi.

Karna aku begitu mencintainya.
Sungguh mencintainya,
hingga tarikan nafas terakhirku.

Pandangan

DALAM DIRI YANG TEGANG INI,
ADA HIDUP LAIN YANG TETAP TERSIMPAN DAN TAK TERDEFINISI SAMPAI SAAT
INI,

DENGAN KESOMBONGAN ATAU KELEMBUTAN AKU MEMBALUT HIDUP ITU DALAM
KEANGKUHAN GELAPNYA MALAM
MENCOBA CAHAYA TAK MENAPAKINYA UNTUK SEMENTARA,
DENGAN KEENGGANAN MELIHATNYA DALAM BINAR-BINAR TANGISAN DAN KESAKITAN,

DALAM KESOMBONGAN PERASAANKU,
ATAU DALAM KESEDIHAN KESENDIRIANKU
MELIHATNYA SESEKALI, LALU MENDENGARKANNYA, MATAKU MENGALIRKAN AIR
MATA YANG AKU SADARI,

MEMENGANNYA BEBERAPA KALI, DAN MERASAKANNYA DALAM KEHENINGAN
MEMBUATKU MERASA AKU BERADA SENDIRI DALAM PERAHU YANG TERAPUNG
TERSESAT DI LAUTAN,
ENTAHLAH, DIRIKU, HIDUPKU, HIDUPNYA,

MELIHAT PUTIH BAGIKU DALAM PANDANGAN HITAM, DAN MELIHAT HITAM DALAM
SUDUT PANDANG PUTIH,
MEMBUATKU SEAKAN AKU HAUS DI TENGAH LAUTAN

ANDAIKAN DETAKAN JANTUNG ADALAH IRAMA, SUDAH BANYAK MACAM IRAMA YANG
SEHARUSNYA AKU NYANYIKAN,
ANDAIKAN HENTAKANNYA ADALAH TANGISAN DALAM BELENGGU KASIH, BERAPA
BANYAK BELENGGU BAHAGIA DAN BELENGGU SEDIH YANG MENGALIR DALAM
HUBUNGAN INI
ANDAIKAN DESAHAN NAFAS ADALAH BISIKAN KERINDUAN, AKAN BANYAK KALIMAT
YANG KU RANGKAI UNTUK PANDANGAN INI

IBARATKAN HIJAU BUMI DI ATAS BIRUNYA LANGIT DAN PUTIHNYA AIR DALAM
GELAPNYA IMAGINASIKU,
MEREKA ADALAH PETARUNG YANG TAKKAN BERHENTI SAMPI IRAMA INI TAK
BERLAGU LAGI, SAMPAI TANGISAN TAK TERLIHAT LAGI, DAN SAMPAI BISIKAN
TAK TERDENGAR LAGI,
SAAT ITU YANG ADA HANYALAH PANDANGAN

Penjara Suci

belenggu yang telah ku pasang untuk diriku meminta dibuka ataukah
diri ini yang meminta untuk tak terbelenggu lagi?
dimanakAh jalan yang telah ku pilih itu?, aku tak menapakinya lagi?,

berwarnakah langit atau manakah langit?,
berdetakah jantung ini dalam pandangannya atau manakah jantung?

jujur detakan ini bahagia mengingatmu atau dan memandangmu
ku katakan nafas ini lembut mendengarmu
dan aku yakinkan mata ini hangat menyentuhku,

tentu saja tangisan bahagia dan atau kesedihan
tentu saja anggukan ketenangan dan atau kecemasan
tentu saja dalam teriakan kegirangan dan atau kemarahan

aku telah lama berdua dengannya,
heran meihatmu begitu mudah menempuh jalan lain dan lagi,
engkau akan, masih dan atau telah bertiga bersama-sama mereka
aku ikhlaskan dalam istirahat sementara ini,
iya, aku memang cukup lelah cameo ini

Pertempuran Lain

ketika hati adalah kanvas,
mata adalah pensil,
dan telinga adalah warna,
ketika itu engkau adalah imaginasiku,

senyummu adalah warna hijau untuk kanvasku,
pandanganmu adalah warna biru untuk kanvasku,
dan gerakmu adalah irama untuk pensilku

di saat ketulusan mengalahkan kesombonganku,
kesombongan dan kekuatan prinsipku untuk membenci cinta,
di saat itu pandanganku terdunduk, dan aku berkatan aku telah jatuh
cinta?

tidak mungkin, tidak, ini tak mungkin terjadi padaku,

bukankah kebencianku belum mati?
bukankah aku membenci ini?

kenapa cinta merenggut kebencianku dan kesombonganku?
aku mencintainya, ternyata aku mencintainya,

selama ini aku bermain dengan pedang kesombongan,
ku ayaunkan pedangkesombonganku untuk kehormatan dan kejayaanku?

dia, mengalahkan pedang kesombonganku tanpa perlawanan
dia, menangkis ayunan pedang kesombonganku tanpa perisai
bahkan pedangku pun tak kuasa aku ayunkan lagi

berapa banyak kota yang telah aku hancurkan,
berapa banyak tangisan yang aku dengar untuk kesombongan yang aku
anggap kebanggaanku

kini pedang kesombonganku telah patah,
tak kuasa aku ayunkan lagi,
aku telah kalah, tanpa perlawanan,
tanpa pertempuran,

dan kulihat prajuritku, semuanya kelelahan dalam pertempuran tanpa
pertempuran,

Purti. . .

Ketika haruz membuat keputusan,
kusadari, aku bimbang...
Dan aku memejamkan mataku...
Berusaha menentukan pilihan...
Pilihan hatiku...
dan akhirnya aku memilih...
Aku merasa pilihan ini,
adalah pilihan yang tepat..
namun,
aku sadar...
Aku salah...
Tidak seharusnya aku memejamkan mata...
Karena pada saat aku memejamkan mata,
aku buta...
But aakan kebenaran yang ada di hadapan ku!
Tapi aku terlambat...
Kamu sudah jauh dariku...
Padahal dulu begitu dekat...
Jarak memang jahat!
Ia memisahkan kita begitu jauh...
namun,
aku tidak bisa menyalahkan jarak...
karena ini salahku...
Mengapa tidak dari dulu aku membuka mataku?

Oohhh... DEWA KAMA

Aku ngga ngerti...
Kenapa aku ngga bisa berhenti memikirkan_nya
Walaupun aku sudah berjanji ;tuk tidak lagi
Memikirkannya dan bebrbicara dengan, nya...
Nemun kenapa saat kujumpa di didepan komplekx
Jantungju berdegup ngga karuan ?
Kenapa aku selalu memikirkannya ?
Kenapa ia selalu ada dalam tulisanku ?
Kenapa pikiranku selalu membersitkan namamya ?
Apakah ini cinta ?!?
Jasngan...aku ngga mau...ngga terpikirkan olehku. Apa kata orang tua_ku? Orang tua_nya? Dan juga apa kata orang-orang. Hubungan kami sudah cukup dekat. Sudah seperti saudara!!! Tolong Dewa Kama...tolong jangan tembak aku dengan panah_mu. Aku ngga mau jatuh cinta dengan_nya. Ia sudah seperti adik. Tolong... yang lain saja.
Kebencian_ku memuncak...karna ia selalu menjauh dariku, kalau aku dekati_nya, namun itu hanya sesaat. Sebab aku tak pernah sungguh-sungguh membenci_nya. Secara tak sadar cintaku padanya menjadi semakin dalam.
Namun aku ngga mau gegabah
Aku ngga mau mengulang sejarah.
Dan untuk menyatakannya. ..
Sesulit ia menerimaku.
Aku selalu bertanya dalam hatiku,...dalam tidurku...disaat aku duduk...saat buang air, dan dalam lamunanku. Apa...A...Apakah. .dia mempunyai perasaan yang sama dengan..dengan. .Ku ?!?
Tolonglah dijawab Dewa Kama !?!!
Radit riddel 2003
Aku ngga ngerti...
Kenapa aku ngga bisa berhenti memikirkan_nya
Walaupun aku sudah berjanji ;tuk tidak lagi
Memikirkannya dan bebrbicara dengan, nya...
Nemun kenapa saat kujumpa di didepan komplekx
Jantungju berdegup ngga karuan ?
Kenapa aku selalu memikirkannya ?
Kenapa ia selalu ada dalam tulisanku ?
Kenapa pikiranku selalu membersitkan namamya ?
Apakah ini cinta ?!?
Jasngan...aku ngga mau...ngga terpikirkan olehku. Apa kata orang tua_ku? Orang tua_nya? Dan juga apa kata orang-orang. Hubungan kami sudah cukup dekat. Sudah seperti saudara!!! Tolong Dewa Kama...tolong jangan tembak aku dengan panah_mu. Aku ngga mau jatuh cinta dengan_nya. Ia sudah seperti adik. Tolong... yang lain saja.
Kebencian_ku memuncak...karna ia selalu menjauh dariku, kalau aku dekati_nya, namun itu hanya sesaat. Sebab aku tak pernah sungguh-sungguh membenci_nya. Secara tak sadar cintaku padanya menjadi semakin dalam.
Namun aku ngga mau gegabah
Aku ngga mau mengulang sejarah.
Dan untuk menyatakannya. ..
Sesulit ia menerimaku.
Aku selalu bertanya dalam hatiku,...dalam tidurku...disaat aku duduk...saat buang air, dan dalam lamunanku. Apa...A...Apakah. .dia mempunyai perasaan yang sama dengan..dengan. .Ku ?!?

Kebun Bunga

Anggrek Bulan..
Jadilah penyangga embun cinta
Lebah Madu..
Seraplah sari-sari cinta darinya
Kupu-Kupu Malam..
Sebarkanlah benih-benih cinta
Ular Keket..
Makanlah virus kebencian
Belimbing Sayur..
Seraplah cinta dari dalam hati
ÕMentari Pagi..
Sinarilah cinta dengan senyummu
ÜAwan Kelam..
Basahi cinta dengan rasa sayang
àBulan Purnama..
Tunjukan cinta dalam cahayamu
Kunang-Kunang. .
Terangilah mereka yang bercinta

kupu-kupu

kupu-kupu di angin,
aku meluncur, aku terhempas, aku bertahan,
dan aku melawan,

kupu-kupu di angin,
aku datang, aku pergi,
angin ke utara aku harus ke selatan, aku terhempas ke utara?

kupu-kupu di angin,
terbawa arus dan melawan arus,
menanti musim semi

kupu-kupu di angin,
sayapku rusak?sayapku bertahan,
mengepakan sayap mengikuti, melawan angin?

kupu-kupu di angin,
akan terbawa, atau tetap melawan
sedang perlawanan itu melelahkan,

tapi yakin, ini cukup berarti

Hasrat

aku tak berteriak untuk ini,
aku juga tak bergumam untuk ini,
sebab aku ada dalam penjara suci,

berapa banyak kota yang telah aku datangi,
jalan, gunung, hutan, sungai,
semuanya terlihat seperti angkuh menatapku, atau sendu menatapku?,

berapa banyak insan yang telah kulihat atau melihatku,
lelaki, wanita, anak-anak, orang tua,
sepertinya mereka memperhatikanku atau aku yang ingin di perhatikan?,

berapa banyak pertemuan yang aku sesali dan tak ingin aku temui?,
berapa banyak jantung yang berdetak yang menantikan datangnya
pengembara ini?,
aku pengembara, aku tahu tujuanku, dan aku tahu kemana aku harus
memikirkannya,

sekali lagi, kesombongan atau aku ingin berkata lebih tepatnya,
ketakutanku, aku takut, aku takut,
dengan hasratku, sedang fitrahku,

selanjutnya, aku memang meneruskan perjalanan, tapi hasrat ini, aku
merasa tertinggal dan tak berjalan dengan detakan ini,

dan akhirnya, aku merasa aku seolah-olah tidak melanjutkan
pengembaraan ini,
karena hasrat dan fitrah ini, tidak seimbang,
karena aku tidak bisa, membuatnya seimbang,
aku harus memilih,

jujur aku takut hasrat ini melebihi keinginanku pada-NYA,
sedang aku akan kembali pada-NYA
hasrat ini, tak ku pedulikan untuk sesaat,

sebab aku yakin, kelak pada akhirnya, ketakutan akan penyesalan tidak
lebih buruk dari pada terlena dan berpura-pura dengan hasrat ini

Terlalu Pagi

tubuh terlalu lelah untuk tertidur,
sedang mata, terlalu segar untuk tertutup,

ketika hiruk pikuk pagi di nantikan,
terlalu menyesal melepaskan pagi sebagai malam,
sedang pikiran ini masih mencerna sebuah kalimat,

kalimat yang samar-samar tertulis,
"rindukan diriku dalam ingatanmu"
adalah kelemahan dan keengganan melihat hidup lain bahagia,

dalam tubuh yang tak asing ini,
selalu ada gejolak dan elegi yang harus ku pecahkan
atau mereka memecahkanku,

seperti kata seorang sahabat,
suasana hati bisa dibentuk,
janganlah kita terbentuk oleh suasana hati,

seperti kata seorang bijak,
hidup terlalu indah untuk memikirkan seseorang,
dan hidup terlalu berat untuk menunggunya,

entahlah, suasana ini, dan kesan ini,
aku menantangnya, aku tak takut,
walau sebenarnya, aku ingin segera mengakhirinya

Aku

Haruskah aku Tanya

Kepada siapa yang peduli

Mungkinkah aku kan mencuba

Atas semua yang kumahu

Adalah menjadi aku


Terbiasa aku,

Menjadi dia,

Dan mereka,


Dimana yang kudapat cari

Hanyalah yang punya

Dia dan mereka

Tanpa aku atau punyaku


Sulit untuk mengerti

Walau untuk menjawap

Sebuah tanya dari

Yang benar

Aku.

Tanpamu Bagaimana Harus ku katakan Apa di dalamku Sedang kau Tidak mengerti Akanku Bagaimana Harus ku dakap Akan cintamu Sedang kau Terl

Bagaimana

Harus ku katakan

Apa di dalamku

Sedang kau

Tidak mengerti

Akanku

Bagaimana

Harus ku dakap

Akan cintamu

Sedang kau

Terlalu jauh

Dariku

Tiada lafaz

Tiada lihat

Imajimu

Adalah laraku

Sentuhmu

Adalah deritaku

Aku denganmu

Dalam cinta

Berjelaga

Kenangan itu . .

berakhirlah semua cerita
tentang kau dan aku
yang ada hanyalah kenangan
yang kadang indah
tapi adakalanya menyesakkan dada.
kenangan itu membayangi malamku
menghiasi tiap kedipan mata
cerita emang usai
tapi cintaku tak pernah usai
perpisahan mungkin adik yang lucu bagi sebuah percintaan

Pesona Cinta

Cinta

Biarkan cinta datang dengan segala keterbukaan

Menyatu di dalam jiwa bagai sepasang mata telanjang menyusuri putihnya asap kabut

Rasa sayang mulai bersahut-sahut

Tak sabar lagi akan dekapan lembut

Tanpa nafsu untuk menguasai, tanpa ego akan keharusan untuk memiliki

Cinta berjalan sendiri

Perlahan dan lembut

Bersahaja dan peduli

Pengertian dan kasih

Indah dan berkesan

tumbuh di hati hingga mengalir di darah

Melebur pada jiwa-jiwa indah penuh pesona

Time 4 you

I need one second 2 regognise you...
I need one minute 2 know you...
I need one hour 2 be friends with you...
I need one day 2 like you...
I need one week 2 care about you...
I need one month 2 to love you...
But I need more than a year 2 forget about you...
And i also know that it is impossible 2 do that...
And I only want u 2 know...
That, I'll always Love you....

SincE I mET you...

Sejak aQ bertemu denganmu,
Duniaku mulai berubah...
Hari-hariku mulai penuh warna....
Tak lagi sepert dulu.....
Dimana smuanya masih hitam putih...
aQ sangat berterima kasih padamu...
Dirimu membuatku merasa sangat berharga...
Engkau yang menjaga diriku,
bahkan dengan jiwa dan ragamu.....
Tapi aQ benci!
Kau memperlakukanku dengansangat hati-hati... .
aQ bagaikan boneka porselen dalam kotak kaca!
SAngat rapuh!
Itukah pandanganmu terhadapku?
Padahal,
aQ tidak serapuh itu!
Cobalah kamu pahami diriku sedikit Lagi.....

Suka atau Cinta

dedikasi untuk ahli puisicinta
dariku....
kembara kelana

Antara suka dan cinta

Di hadapan orang yang kita cinta,
Hati kita kan berdegup kencang...
Tapi di depan orang yang kita suka,
Hati kita akan gembira...
Di depan orang yang kita cinta,
Musim sentiasa berbunga-bunga. ..
Di depan orang yang kita suka,
musim itu cuma berangin sahaja...

Jikalau kita lihat ke dalam mata orang yang kita cinta,
Kita akan kaku...
Tapi jikalau kita lihat ke dalam mata orang yang kita suka,
Kita akan tersenyum...
Di depan orang yang kita cinta,
Lidah kelu untuk berkata-kata. ..
Di depan orang yang kita suka,
Lidah bebas berkata apa sahaja...
Di depan orang yang kita cinta,
Kita menjadi malu...
Di depan orang yang kita suka,
Kita akan tunjukkan imej yang sebenar...

Kita tidak boleh merenung mata orang yang kita cinta...
Tapi kita selalu merenung mata orang yang kita suka...
Bila orang yang kita cinta menangis,
Kita akan turut menangis...
Bila orang yang kita suka menangis,
Kita akan turut membuat dia gembira...
Perasaan cinta bermula dari mata,
Perasaan suka bermula dari telinga...
Jadi, jikalau kita berhenti menyukai seseorang yang kita suka...
Umpama kita membuang telinga kita
Tapi jikalau kita cuba menutup mata
Cinta berubah menjadi airmata...

Setiap orang yang akan mengalami ini dalam hidup mereka,
Cuma fikirkan bersama-sama s
iapa yang kita cinta dan siapa yang kita suka?
Ada apa dengan cinta....... ......

Ya Allah, jika aku jatuh cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada
seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar
bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku
padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku
menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku
padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada
seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar
tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan
biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan
panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah
berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada
taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya
Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah
jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu
yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami
dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu.Amin. ....

Oh Tuhan. . .

saat ku tatap mendung pagi
sinar mentari seakan menari
Awan biru seakan tahu
gelisah yang ada di hati

Tuhan, adakah secercah harapan itu?
Pelangi datang disaat terik mentari.
Awan membiru disaat hujan.
Tuhan adakah harapan itu?

oh...dunia yang fana.
dunia penuh fatamorgana.
Adakah mimpi2 yg pernh ada dapt kugapai?
Adakah harapan2 yang kupendam dpt kuraih?

Tuhan....
Begitu besarnya cinta n harapan ini
dan...
Begitu kecilnya diriku

Masalah CINTA...

tiada arti cinta tanpa merasai
tiada kata cinta tanpa dimaknai
tiada saling cinta tanpa dijiwai
tiada cinta tiada masalah tanpa menderita

Seuntai kasih cinta....
Membuat Qt sayang....

Seuntai ucapan janji
Membuat Qt percaya

Sekecil luka dan tangis....
Membuat Qt kecewa….

Tapi……
Sebuah masalah.... cinta!
Akan selama berMakna dan mewarna!!!!

Kyalan....
impian yang akan terwujud....
dengan segalah cinta...
membawakan arti hati...

Jadikan aku kekasih mu tuhan kuu

Pagi bercengkrama embun sejuk
menanti Semilir angin datang merajuk
tertakjub Akan fana dunia
aku terkapar serasa hilang tak bernyawa

Aku ini hanya manusia
Kecil tak ada
Menikmati sisa nafas berirama
menjalani sisa hari Dan menghitung waktu tersisa

ku tunggu sempurnamu
Yang membantu menatih jiwa dahaga
ku coba merangkak kelangit
mencoba bercapa padanya sang maha pencipta

Jiwa ku tertatih dan melayang
Aku terbang menuju pintu mu
jauh diatas kau tak tersentuh
bantulah,Ulurkan tangan-Mu untukku

kau kirim angin memberi kabar
Ijinkan aku Menapaki rumah syurgamu
Karena aku Sangat mengingin kan mu
Dan jadikan aku sebagai kekasihmu
Aku merindukanmu ya robbku
Karena Aku mencintaimu tuhanku...

Tuhan Aku Malu PadaMU

Tuhan mengapa aku sering melupakanMU?
Padahal Kau selalu mengingatku
Tuhan mengapa rasa cintaku padaMU
Semakin hari terasa semakin berkurang?
Padahal Kau semakin hari semakin mencintaku
Mengapa?
Mengapa Tuhan?
Kau begitu menyanyangiku
Memperhatikanku
Padahal aku semakin jauh dariMU
Aku malu....
Malu padaMU Tuhan
Jiwaku kotor berbalut dosa
Tapi Kau tetap saja memaafkan semua kesalahanku
Kau tidak jenuh
Tidak lelah pada diriku
Yang meminta maaf kepada MU
Lalu berbuat salah yang sama
Aku malu....
Malu sekali kepada Mu
Ingin kututupi wajah ini
Karena maluku kepada MU
Malu atas semua dosaku

Rindu yang menyiksaku

Rindu itu hadir penuhi hatiku....
Penuhi detik-detik waktu....
Gelombang rindu yg menusuk kalbuku...
Menyesakkan dada rinduku....
Kini kau siksa aku dengan rindumu...
Kau sakiti aku dengan gemuruh cintamu...
Tak tahan ku menahan deburan rinduku..
Ku ingin kan kau dekat disampingku. ...
Oh Cinta.....Oh Purnama....
Ku ingin engkau hadir saat ini...
Obati kerinduan jiwa ini...
Tak tahan kerinduan ini...
Telah menyiksa menyakiti hati...
Hati.....kemana aku harus mengadu???
Diri.....kemana aku harus menggapai??
Rinduku padamu telah menyiksaku.. ..
Rindu yg kusambut dalam derai air mata....
Daku merindukan kamu.....

Kau Buat Ku Jatuh CINTA

Duhai Puspitaku... ..
andai saja waktu tidak terlambat buat kita
mungkin kamu sudah tersanding di istanaku
dikehangatan tahta impianku.... .
andai saja diantara kita belum ada yang miliki
sungguh aku tak pernah ragu tuk menyuntingmu
dan mungkin kamu sudah menjadi Prameswariku
Duhai Puspitaku... ..
biarkanlah cinta kita terus bersemi
meski tak pedulikan musim berganti
biarkanlah cinta kita tetap tersimpan di hati
meski tak akan pernah saling miliki..
tapi aku sangat rasakan bahagia bersamamu
ingatkah.... saat kita di Bimasena berdua
saling peluk mesra di sudut sofa restonya
tanpa kata-kata..hanya getar hati dan kehangatan
saling lepas kerinduan yang membara

KERINDUANKU

Belum seberapa lama waktu tertempuh
di perjalanan kita yang seadanya
namun terasa ada ukiran damai di hati
dalam nuansa langgam kebiruanmu.. .
jarang ada sua seiring melaju
sampai kitapun terlupa hari berganti
bahkan rintik hujan basahi tubuh
kitapun buat janji...tentang KERINDUAN
Kucoba sapa tak mengerti
Kucoba memanggil tak jua pahami
namun tiba-tiba dikau mohon ijin pergi
tuk gapai harapan2mu di negeri Wilhelmina
tinggalkan semua keindahan kita
dan memendam hasrat tuk bersama
tinggalkan aku di KERINDUANMU
.....tetes air matamu hanyutkanku
hantarkan perjalanan sendumu...aku iyakan
berbekal segenggam kerinduan dan cintamu
meski..tak sempat kita bersama tuk sua
tuk bicara tentang apa-apa yg membebanimu
hingga membawamu harus pergi....tinggalkan
aku yang senantiasa MERINDUKANMU
pergilah bawa RINDUKU

Puji Syukur..

Sujud syukurku pada Mu Ya Allah...
Segenap Cinta yg kini kumiliki..
Membuat hidupku penuh arti..
Jiwa yg dulu mati, kini hidup kembali...
Engkaulah Sang Pemilik Hati...
Engkaulah Sang Pemilik Diri ini..
Engkau hidupkan hati yg telah mati..
Engkau matikan cinta pada duniawi...
Cinta yg Indah Pemilik Bumi...
Membahagiakan penghuni bumi..
Ya Rachman....Ya Rahiim...
Kesempurnyaan Mu...Ya Ilahi..
Ku bersyukur agar selamat hati..

Tahajud.


Kala malam bertaburan bintang...
Dan Purnama yg bersinar terang..
Berikan cahaya pada untaian malam..
Dalam kesunyian dan sepinya sukma..
Ku basuh jasad dengan ke Cintaan Mu..
Membasuh pada hati yg penuh dosa..
Keluhku kepada Mu...
Rinduku kepada Mu..
Cinta ini hanya milik Mu...
Diri ini hanya milik Mu...
Di kesunyian ku ingin Engkau hadir...
Temani kepedihan dan penderitaan hati..
Hanya kepada Mu aku mengadu...
Hanya kepada Mu ku mengeluh...
Pada malam ku ber tahajud...
Tuk tetap dapat bersujud...
Kepada pemilik Masa dan Waktu...
Ya Allah...hanya kepada Mu....

JIKA..

hati tak mendapatkan cinta yang diinginkannya
harus luluh pada cinta yang begitu tulus di hadapannya
cinta yang hadir begitu saja
tak mengelak
juga tak menolak
meninggalkan segores luka di pinggiran hati
menipu jeritan hati

mencoba menyelami rasa yang ditawarkan
bukan untuk siapa pun
tapi hanya untukku
mencoba meraih segenggam kebahagiaan
yang didamba
walau mungkin hanya angan semu

karena cinta mungkin tidak hadir hari ini

untitle

Kau begitu jauh dari pandangan mataku

Tanganku tak kuasa menyentuhmu

Jarak halangi kita tuk bertemu

Hanya mimpi yang biarkan kita bersatu

Kala tidur, ruhku kencani bayang-bayangmu

Sementara tubuh ini tak tahu-menahu

Sepertinya, perjumpaan ruh lebih halus bagimu

Ketimbang saat jasad kita saling bertemu

Di siang hari kau isi ruang-ruang khayalku

Dan malamnya kau hadir dalam mimpi-mimpiku

Matahari ingin ku jadikan penggantimu

Tapi, mana mungkin dirimu tergantikan sesuatu

Di kejauhan bayangmu datang menziarahiku

Kita bertemu, lalu kau beranjak sisakan pilu

Duhai, kenapa tak kau nyatakan itu perjumpaan

Hanya bayang-bayang yang kau hadirkan

Diriku seolah cuma ahlul a'raf saja

Bukan ahli surga, dan aljahiim pun tak mengakuinya. ..

Untaian Rindu


Kurindu padaMu ...
Kerinduanku ingin bisa lebih dekat denganMu
Kuingin lebih merasakan kebersamaan denganMu
Kuingin dihatiku Kau bersemayam
Diatas segala-galanya
Kapan aku bisa mencintaiMu
Lebih dalam ...
Dan jauh lebih tulus
Aku benar-benar merindukanMu
Rinduku yang tak berujung padaMu
Rasa rindu yang mendalam
Didalam hati
Berilah percikan cintaMu didalam hati
Hatiku haus akan cintaMu
Dan begitu rindu akan diriMu

Dahan yg patah..

Cinta yg indah berseri...
Kini tak lagi dimiliki...
Kasih yg penuh mimpi..
Bertabir pahitnya hati..
Do'a yg di sandarkan...
Kasih yg di impikan...
Rindu yg di dambakan...
Semua hilang ditelan zaman..
Hati yang tersayat pedih..
Melantunkan suara nan perih..
Kegetiran menyelimuti hati..
Bersama kabut akan sebuah mimpi..

Melody Rindu

Saat hati terbuai dengan syahdu..
Melantunkan satu melody rindu ..
Menggelora rasa mengganggu..
Mengganggu disetiap tidurku..

Indah pesona warna pelangi..
Yang hadir iringi warna bumi..
Mentari yg ikut berseri..
Hangatkan kerinduan hati..

Inikah Cinta??
Inikah Rindu??
Hati ini selalu menggaduh..
Rasa sakit menahan rindu...

Suatu saat nanti

Sakit di derita bukan karena puisi ungu..
Yang ceritakan hati yang kian kelabu..
Sakit yg di derita bersimphony syahdu...
Bersyair cinta ber-irama sejuta rindu...

Akankah pelangi itu tak ikut runtuh...
Bersama rindu yg tak dapat di sentuh...
Yang hanya membawa asa gemuruh..
Tercampak nista menahan segenap rindu..

Semilir sejuk yang hadir dari kutub dunia..
Membawa segenap kerinduan didada..
Semua membawa kebahagiaan sukma..
Tuk temukan cinta bersanding dengannya..

Masihkah ada CINTA

Apa ini yang kurasa,
perasaan di hati yang sulit dihapus masa,
meski terbilang tahun tetap kurasa..

Aq bingung dengan segala sikap,

selalu ada kecewa jika tak dianggap,

ingin ku mendekat tapi tak mungkin ku berharap..


Apa sebenarnya yang ku rasa..
Adakah secuil cinta masih tersisa di sana..

Permainan Hati

menapaki kaki menuju kota yang belum pernah ku kunjungi
tak memberikan sesuatu yang spesial dihati
hanya kesenangan sesaat yang ada

namun...

kebahagiaan itu ada ketika hadir sesosok pria yang menarik perhatianku
lebih bahkan lebih dari kekasihku
ntah kenapa ada getaran lain di hati yang membuatku ingin terus
bersamanya dan tak disangka dayungku bersambut...
bagai irama musik semua mengalun begitu indah hingga membuatku terlena

seminggu bersamanya tak ada sedikitpun duka
dia selalu membuatku bahagia tanpa secerca duka
kadang kumerasa bersalah padanya...
dia yang setia dikotaku yang menanti kepulanganku
tapi ntahlah aku sendiri bingung...
kadang ku berfikir, "Apa ku benar2 mencintai kekasihku... ?"
jika benar, kenapa ku bisa demikian...
kenapa ku tega berhianat...

padahal aku bukan tipe orang yang suka bermain hati...
tapi kenapa kali ini ku tak dapat memungkiri bahkan menghindari
permainan ini...bahkan selalu ku cari dan cari lagi...

ku hanya berharap yang terbaik yang kan ku dapat,
kekasihku atau permainan ini...
sesungguhnya semua tlah memberiku kebahagiaan tersendiri
yang takkan kulupa

seminggu bersamanya memberiku arti, menjadikan ku seorang wanita yang
beruntung, dicintai dan disayangi olehnya, meski dia tak berharap
lebih padaku karna dia tahu posisiku... dia tahu ku tak sendiri, tapi
dia takkan berhenti membuatku bahagia...
ya Allah berdosakah aku...??
berdosakah aku mencari dan mendapatkan kesenangan ku sendiri...
meski kutahu pasti ada yang terluka karnanya...
Bagi teman yang ingin membaca Al-qur'an sila klik disini! dan jika ingin membaca Al-qur'an dan terjemahanya sila klik disini!

Pasang Iklan Gratiiisss

ads ads ads ads ads ads

Sudah siap Memulai Bisnis Internet ?

Bagi anda yang pengen dapat uang saku tambahan silakan coba yang satu ini, anda hanya di minta untuk mengklik iklan lalu anda dibayar.buruan daftar di donkeymails bawah ini DonkeyMails.com: No Minimum Payout

PUISI KU

Untaian Rindu Kurindu padaMu ... Kerinduanku ingin bisa lebih dekat denganMu Kuingin lebih merasakan kebersamaan denganMu Kuingin dihatiku Kau bersemayam Diatas segala-galanya Kapan aku bisa mencintaiMu Lebih dalam ... Dan jauh lebih tulus Aku benar-benar merindukanMu Rinduku yang tak berujung padaMu Rasa rindu yang mendalam Didalam hati Berilah percikan cintaMu didalam hati Hatiku haus akan cintaMu Dan begitu rindu akan diriMu

Ilmu Islam

  1. Ya ALLAH
  2. Pikirkan dan Syukurilah!
  3. Yang Lalu Biar Berlalu
  4. Hari Ini Milik Anda
  5. Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
  6. Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas
  7. Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang
  8. Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada...
  9. Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!
  10. Jangan Latah!
  11. Qadha' dan Qadar
  12. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  13. Jadikan Buah Lemon Itu Minuman yang Manis!
  14. Siapakah yang Memperkenankan Doa Orang yang Kesuli...
  15. Semoga Rumahmu Membuat Bahagia
  16. Ganti Itu dari Allah
  17. Iman Adalah Kehidupan
  18. Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!
  19. "Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang."
  20. "Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang ...
  21. Hadapi Hidup Ini Apa Adanya!
  22. Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para Pene...
  23. Shalat.... Shalat....
  24. "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah ad...
  25. "Katakanlah: 'Berjalanlah di muka bumi!'"
  26. Sabar Itu Indah ...
  27. Jangan Meletakkan Bola Dunia di Atas Kepala!
  28. Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan And...
  29. Terimalah Setiap Pemberian Allah dengan Rela Hati,...
  30. Selalu Ingatlah Pada Surga yang Seluas Langit dan ...
  31. "Demikianlah, Telah Kami Jadikan Kamu Umat Yang Ad...
  32. 32. Bersedih: Tak Diajarkan Syariat dan Tak Bermanfaat...
  33. Rehat
  34. Tersenyumlah!
  35. Rehat 2
  36. Nikmatnya Rasa Sakit
  37. Nikmatnya Rasa Sakit
  38. Seni Bergembira
  39. Rehat 3
  40. Mengendalikan Emosi
  41. Kebahagiaan Para Sahabat Bersama Rasulullah s.a.w....
  42. Enyahkan Kejenuhan dari Hidupmu!
  43. Buanglah Rasa Cemas!
  44. Rehat 4
  45. Jangan Bersedih, Karena Rabb Maha Pengampun Dosa d...
  46. Jangan Bersedih, Semua Hal Akan Terjadi Sesuai Qad...
  47. Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!
  48. Rehat 5
  49. Jangan Bersedih, Perbanyaklah Istighfar Karena All...
  50. Jangan Bersedih, Ingatlah Allah Selalu!
  51. Jangan Bersedih dan Putus Asa dari Rahmat Allah!
  52. Jangan Bersedih Atas Kegagalan, Karena Anda Masih ...
  53. Jangan Bersedih Atas Sesuatu yang Tak Pantas Anda ...
  54. Jangan Bersedih, Usirlah Setiap Kegalauan!
  55. Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai Or...
  56. Jangan Bersedih Atas Cercaan dan Hinaan Orang!
  57. Jangan Bersedih Atas Sesuatu yang Sedikit, Sebab P...
  58. Jangan Bersedih Atas Apa yang Masih Mungkin Akan T...
  59. Jangan Bersedih Menghadapi Kritikan dan Hinaan! Se...
  60. Rehat 6
  61. Jangan Bersedih! Pilihlah Apa yang Telah Dipilih A...
  62. Jangan Bersedih dan Mempedulikan Perilaku Orang
  63. Jangan Bersedih dan Pahamilah Harga yang Anda Sedi...
  64. Jangan Bersedih Selama Anda Masih Dapat Berbuat Ba...
  65. Jangan Bersedih Jika Mendengar Kata-kata Kasar, Ka...
  66. Rehat 7
  67. Jangan Bersedih! Sebab Bersabar Atas Sesuatu yang ...
  68. Jangan Bersedih Karena Perlakuan Orang Lain, Tapi ...
  69. Jangan Bersedih Karena Rezeki yang Sulit
  70. Jangan Bersedih, Karena Masih Ada Sebab-sebab yang...
  71. Jangan Memakai Baju Kepribadian Orang Lain
  72. 'Uzlah dan Dampak Positifnya
  73. Jangan Bersedih Karena Tertimpa Kesulitan!
  74. Rehat 8
  75. Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia
  76. Ulasan AL QURAN 1
  77. Ulasan AL QURAN 2
  78. Ulasan Mengenai TUHAN 1
  79. Ulasan Mengenai TUHAN 2
  80. Ulasan Mengenai TUHAN 3
  81. Ulasan Mengenai TUHAN 4
  82. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W
  83. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W - bagian 2
  84. Tentang Nabi MUHAMMAD S.A.W - bagian 3
  85. TAKDIR
  86. TAKDIR - bagian 2
  87. 87. TAKDIR - bagian 3
  88. KEMATIAN
  89. KEMATIAN - bagian 2
  90. Hari AKHIRAT
  91. Hari AKHIRAT - bagian 2
  92. Hari AKHIRAT - bagian 3
  93. Hari AKHIRAT - bagian 4
  94. Keadilan dan Kesejahteraan
  95. Keadilan dan Kesejahteraan - bagian 2
  96. Keadilan dan Kesejahteraan - bagian 3
  97. Makanan
  98. Ahklak bagian 2
  99. Ahklak bagian 3
  100. PAKAIAN
  101. PAKAIAN bagian 2
  102. PAKAIAN bagian 3
  103. PAKAIAN bagian 4
  104. Akhlak
  105. KESEHATAN
  106. KESEHATAN bagian 2
  107. PERNIKAHAN
  108. PERNIKAHAN bagian 2
  109. PERNIKAHAN bagian 3
  110. SYUKUR
  111. SYUKUR bagian 2
  112. SYUKUR bagian 3
  113. HALAL BIHALAL
  114. HALAL BIHALAL bagian 2
  115. MANUSIA
  116. MANUSIA bagian 2
  117. MANUSIA bagian 3
  118. PEREMPUAN
  119. PEREMPUAN bagian 2
  120. PEREMPUAN bagian 3
  121. PEREMPUAN bagian 4
  122. Masyarakat
  123. UMMAT
  124. KEBANGSAAN
  125. KEBANGSAAN bagian 2
  126. KEBANGSAAN bagian 3
  127. AHL AL KITAB
  128. AHL AL KITAB bagian 2
  129. AHL AL KITAB bagian 3
  130. AHL AL KITAB bagian 4
  131. AGAMA
  132. SENI
  133. SENI bagian 2
  134. EKONOMI
  135. EKONOMI bagian 2
  136. POLITIK
  137. POLITIK
  138. POLITIK bagian 2
  139. ILMU dan TEKNOLOGI
  140. ILMU dan TEKNOLOGI bagian 2
  141. KEMISKINAN
  142. MASJID
  143. MUSYAWARAH
  144. MUSYAWARAH bagian 2
  145. Ukhuwah
  146. Ukhuwah bagian 2
  147. JIHAD
  148. JIHAD bagian 2
  149. P U A S A
  150. P U A S A bagian 2
  151. LAILATUL QADAR
  152. W A K T U
  153. W A K T U bagian 2
  154. Nasihat untuk Menikah Menurut Islam
  155. Di Jalan Dakwah Aku Menikah
  156. Ringkasan buku : Aku Ingin Menikah, Tapi ... ::..
  157. ALASAN TEPAT UNTUK MENIKAH
  158. Keotentikan Al-Quran
  159. Bukti-bukti Kesejarahan Al - qur'an
  160. Penulisan Mushhaf Al-Qur'an
  161. Bukti Kebenaran Al-Quran bagian 1
  162. Bukti Kebenaran Al-Quran bagian 2
  163. Sejarah Turunnya dan Tujuan Pokok Al-Quran
  164. Periode Turunnya Al-Quran bagian 1
  165. Periode Turunnya Al-Quran bagian 2
  166. Periode Turunnya Al-Quran bagian 3
  167. Dakwah menurut Al-Quran
  168. Tujuan Pokok Al-Quran
  169. Kebenaran Ilmiah Al-Quran
  170. Sistem Penalaran menurut Al-Quran
  171. Ciri Khas Ilmu Pengetahuan
  172. Perkembangan Tafsir
  173. Hikmah Ayat Ilmiah Al-Quran
  174. Mengapa Tafsir Ilmiah Meluas? bagian 1
  175. Mengapa Tafsir Ilmiah Meluas? bagian 2
  176. Bagaimana Memahami Al-Quran di Masa Kini? bagian 1...
  177. Bagaimana Memahami Al-Quran di Masa Kini? bagian 2...
  178. Al-Quran, Ilmu, dan Filsafat Manusia
  179. Al-Quran di Tengah Perkembangan Ilmu
  180. Al-Quran di Tengah Perkembangan Ilmu bagian 2
  181. Al-Quran di Tengah Perkembangan Filsafat
  182. Al-Quran di Tengah Perkembangan Filsafat bagian 2
  183. Sejarah Perkembangan Tafsir
  184. Kodifikasi Tafsir
  185. Metode Tafsir
  186. Kebebasan dan Pembatasan dalam Tafsir
  187. Kebebasan dalam Menafsirkan Al-Quran
  188. Pembatasan dalam Menafsirkan Al-Quran bagian 1
  189. Pembatasan dalam Menafsirkan Al-Quran bagian 2
  190. Perubahan Sosial
  191. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
  192. Bidang Bahasa
  193. Haramnya durhaka kepada kedua orang tua
  194. Syirik Kecil bagian 1
  195. Syirik Kecil bagian 2
  196. HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE bagia 1
  197. HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE bagia 2
  198. Hukum Mengenakan Pakaian Yang Bergambar Dan Menyim...
  199. Perkembangan Metodologi Tafsir
  200. Perkembangan Metodologi Tafsir 2
  201. Perkembangan Metodologi Tafsir 3
  202. Tafsir dan Modernisasi
  203. Tafsir dan Modernisasi 2
  204. Penafsiran Ilmiah Al-Quran
  205. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 2
  206. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 3
  207. Penafsiran Ilmiah Al-Quran 4
  208. Metode Tafsir Tematik
  209. Beberapa Problem Tafsir
  210. Metode Mawdhu'iy
  211. Keistimewaan Metode Mawdhu'iy
  212. Perbedaan Metode Mawdhu'iy dengan Metode Analisis
  213. Perbedaan Metode Mawdhu'iy dengan Metode Komparasi...
  214. Hubungan Hadis dan Al-Quran
  215. Fungsi Hadis terhadap Al-Quran
  216. Pemahaman atas Makna Hadis
  217. Fungsi dan Posisi Sunah Dalam Tafsir bgn 1
  218. Fungsi dan Posisi Sunah Dalam Tafsir bgn 2
  219. Ayat-ayat Kawniyyah dalam Al-Quran
  220. Al-Qur'an dan Alam Raya
  221. Pendapat Para Ulama tentang Penafsiran Ilmiah
  222. Segi Bahasa Al-Quran dan Korelasi Antar Ayatnya
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers